Sejarah Anjing Kampung, Mongrel dan Ras

Apa bedanya mongrel, mutt, dan village dog/anjing kampung?
Pernah bingung kah Anda dengan istilah-istilah Mongrel, Mutts, dan anjing kampung?
Mongrel menurut dictionary.com: anjing campuran yang tidak diketahui jenisnya. Kata mongrel sering digunakan di Inggris.
Mutt memiliki arti yang sama seperti mongrel tapi sering digunakan di Amerika Serikat, dan awalnya digunakan untuk kata umpatan kependekan dari kata “muttonhead” atau bodoh.
Village dog kalau di Indonesia sering disebut anjing kampung sudah menjadi sorotan dunia penelitian tentang perjalanan domestikasi anjing. Definisi anjing kampung adalah anjing yang bukan sengaja dikembangbiakan oleh manusia dan bertahan hidup di area tempat tinggal manusia (jalanan, pedesaan, perkotaan) (Boyko et al., 2009; Pendleton et al., 2018; Pendleton dan Kidd, 2018).
Pada awalnya anjing kampung adalah anjing keturunan langsung dari anjing purba yang sebagian besar tidak ada campur tangan seleksi genetis dari manusia (Boyko et al., 2009). Ada dua tipe anjing kampung yaitu (Boyko, 2009; Ramanujan, 2015; Kendrick, 2017):

  1. Seluruhnya keturunan anjing purba dan adalah asli lahir dari wilayah tersebut
  2. Campuran antara anjing purba dengan anjing ras modern (yang baru muncul 200 tahun terakhir). Maka anjing kampung tipe ini dapat dikatakan mongrel/mutt bila ada campuran atau keturunan dengan anjing kampung.
    Embark, perusahaan yang menjual alat tes DNA anjing, memasukkan village dog kedalam daftar ras anjing (Kendrick, 2017). Anjing kampung tidak dibiakkan secara khusus karena keinginan atau tujuan khusus manusia, secara fisik anjing kampung memiliki bentuk dan fungsi yang dibentuk oleh seleksi alam untuk peran unik mereka, sebagai pemulung dan menjadi teman manusia. Secara geografis, anjing kampung dibagi menjadi 4 daerah; Eropa, Afrika, India, Asia, dan Amerika. Walaupun berada diseluruh dunia, anjing kampung rata-rata memiliki karakteristik: berbulu pendek, kepala kecil, telinga tegak atau tidak tegak, dan badan yang ramping (Kendrick, 2017). Anjing kampung memiliki warna yang sangat beragam.
    Maka, anjing kampung adalah anjing yang unik karena walau beragam mereka adalah keturunan anjing purba, dan memiliki peran penting dalam lingkungan manusia. Kelebihan mereka secara fisik menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya. Sesuai dengan sifat dan lingkungan anjing kampung dibesarkan, ada anjing kampung yang lebih bersahabat tetapi juga ada anjing yang pemalu dan takut dengan manusia.
    Sayangnya, anjing di jalanan menjadi lebih banyak sekarang karena perkawinan antara sesama anjing kampung atau anjing kampung dengan anjing ras modern (yang lepas atau yang kabur dari pemiliknya). Bersamaan dengan perkembangan teknologi dan sosial media, hal ini menimbulkan konflik antara anjing dan manusia meningkat. Ayo, kita jadi pemilik anjing yang lebih bertanggung jawab dengan mengontrol populasi anjing jalanan dengan cara sterilisasi dan selalu mengawasi atau menggunakan tali saat membawa anjing Anda berjalan-jalan!
    Salam,
    The Syalaladingdongs

Sumber:
Kendrick A. (2017). Does “Village Dog” just mean “Mutt”?
Pendleton, A. L., Shen, F., Taravella, A. M., Emery, S., Veeramah, K. R., Boyko, A. R., & Kidd, J. M. (2018). Comparison of village dog and wolf genomes highlights the role of the neural crest in dog domestication.
Pendleton, A. L., Kidd, J. (2018). Village dog DNA reveals genetic changes caused by domestication.
Ramanujan, K. (2015) Central Asian village dogs closest to original dogs.
Boyko, A. R. (2011). The domestic dog: man’s best friend in the genomic era.
Boyko, A. R., Boyko, Ryan H., Boyko, C. M., Parker H. G., Castelhano, M., Corey, E. E., Degenhardt, J. D., Auton, A., Hedimbi, M., Kityo, R. (2009). Complex population structure in African village dogs and its implications for inferring dog domestication history

EnglishIndonesian