Ebo and Family

Sejak 2015, aku banyak follow Instagram shelter-shelter. Aku jadi banyak melihat kisah-kisah para rescuer yang sangat menginspirasi. Biarpun belum punya keberanian dan komitmen seperti mereka, tapi aku berusaha membantu sebisanya dengan share kisah-kisah mereka, kunjungan shelter, donasi, dan mengajak mereka kolaborasi lewat bisnisku. Lewat kolaborasi ini juga lah aku jadi kenal dengan orang-orang hebat di belakang Natha Satwa.

Setelah menikah di 2017 dan pindah ke apartemen dengan suamiku yang juga suka anjing, kita nggak lantas langsung memutuskan untuk adopsi. Kita sadar dengan keterbatasan finansial dan waktu yang kita punya saat itu, dan takut anjing yang kita adopsi nggak cukup sejahtera. Tapi di 2019, saat kita sudah lebih settled, kita akhirnya memutuskan kita sudah siap untuk adopsi. Kita pun mencari anjing yang ukurannya kecil dan energy level-nya rendah, yang tidak perlu diajak keluar setiap hari sehingga cocok dengan kehidupan apartemen.

Setelah mengajukan permohonan adopsi di Mei 2019, akhirnya pada September 2019, Mbak Ica dari Natha Satwa mengontak kita dan menawarkan untuk kita mengadopsi seekor shihtzu umur 7 tahunan yang katanya dibuang oleh ownernya. Tentu kita nggak mikir dua kali untuk menerima tawarannya Mbak Ica ☺ Tanggal 7 Oktober akhirnya kita dijadwalkan untuk menjemput anjing shihtzu ini di Klinik Drh. Rajanti di Serpong. Kita sepakat kasih nama Ebo untuk anjing ini (bacanya i-bo/ ee-bow ☺), nama dari tokoh kartun anak-anak yang dulu pernah kutonton.

Hari pertama Ebo di rumah, keliatan banget Ebo masih penuh keraguan. Jalan ragu, pipis ragu, makan ragu, semua kayak masih agak takut-takut. Besokannya pun dia masih agak takut-takut, tapi sudah ketemu zona nyamannya di satu corner di bawah sofa ruang tamu kita. Hari ketiga, dia udah mulai masuk kamar kita dan mulai bisa protes kalo nggak dikasih masuk kamar, dan tiap malem merengek minta naik ke kasur kita. Ketakutan kita dimana dia akan berisik pun tidak terbukti, Ebo anaknya tenang banget.

Sekarang sudah seminggu lebih Ebo tinggal sama kita, kepercayaan diri dan isengnya mulai kelihatan, tapi tetap tenang dan nggak berulah kalau terpaksa harus kita tinggal selama kita pergi kerja. Dia pun sudah nggak begitu takut kalau ketemu orang baru dan kadang langsung nyamperin, and she’s very good with kids. Dari kita yang tadinya ragu-ragu mau adopsi senior dog, it turns out she’s the perfect dog and we couldn’t be happier with her around. Kita berharap semoga Ebo bisa sehat terus dan bahagia selalu sama kita ☺

16 Oktober 2019

Teresia Novelita

EnglishIndonesian